Kamis, 29 April 2010

Kumpulan Kata-kata Bijak

Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian
Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.
Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.
Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.
Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.
Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.
Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.
Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.
Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.
Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.
Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.
Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.
Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.
Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.
Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.
Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.
Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.
Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.
Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.
Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.
Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.
Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.
Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.
Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.
Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.
Contoh yang baik adalah nasehat terbaik (Fuller)
Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. – Bung Karno
Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. – Mary Mccarthy
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw
Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. – La Roucefoucauld
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. – Benjamin Franklin
Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. – Cicero
Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. – Dale Carnegie
Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. – George Downing
Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. – Sydney Harris
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. – Nabi Muhammad Saw
Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. – William Feather
Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. – Robert Hall
Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. – Martin Vanbee
Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. – Ernest Newman
Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. – Aldus Huxley
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. – Schopenhauer
Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. – Andrew Jackson
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. – Evelyn Underhill
Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. – Johan Wolfgang Goethe
Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. – Sir Francis Bacon
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. – Jalinus At Thabib
Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. – Marcus Aurelius
Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. – Thomas Hardy
Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. – Benjamin Franklin
Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. – Lao Tse
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli
Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. – Joseph Addison
Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. – William Wordsworth
Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. – Kahlil Gibran
Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. – Alexander Pope
Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. – Heather Pryor
Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. – Thomas Alva Edison
Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. – Muhammad Ali
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. – Confusius
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli
Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. – Mahatma Gandhi
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein
Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein
Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein
Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein
Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein
Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. ~ Einstein
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. ~ Einstein
Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein
Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein
Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia. Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu bagaimana? Esok kamu akan di baringkan di kubur sebagai rumahmu. Dan dari segala arah, orang-orang akan melemparkan debu ketubuhmu menutupimu.
Walaupun engkau dijadikan raja penguasa dunia, engkau tidak akan lari dari kematian, dan meninggalkan dunia untuk para musuhmu walaupun hari ini wajahmu tersenyum, esok hal itu pasti akan membuatmu bersedih.
Aku melihat manusia datang kedunia lalu pergi jauh, Dunia dan harta selalu berpindah, dengan sayap-sayap yang sama untuk terbang.
Dunia tidak tetap dengan seorang yang hidup di mana pun, juga tidak ada seorang pun yang hidup selamanya menikmati kesenangannya, kematian dan penderitaannya bagaikan dua ekor kuda yang berlari cepat ke arah manusia, untuk menginjak-injak mereka dan melahap mereka.
Hai bodoh, yang terpedaya oleh daya tarik dunia! Pikirkanlah dan ambillah sesuatu (kebaikan) dari dunia ini untuk, menolongmu di akhirat.
Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian bergerak kearahku, semakin lama semakin mendekat. Jika aku tidak mari hari ini, aku pasti mati esok.
Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah, sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur.
Aku bayangkan tubuhku remuk menjadi debu dalam lubang kubur, Di bawah gundukan tanah. Keindahan tubuhku akan berangsur-angsur hilang, sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging.
Aku melihat detik-detik kehidupan lambat laun habis, namun keinginan-keinginanku masih belum terpenuhi. Suatu perjalanan panjang terbentang di hadapanku, sedangkan aku tiada bekal untuk jalan itu.
Aku menentang Tuhanku, melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan, sementara Ia mengawasiku setiap saat.
Aduh! Aku memperturutkan hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan! Ah! Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan dan waktu bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali.
Ah! Aku berdosa secara rahasia, tidak pernah orang laun mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan. Tetapi esok, rahasia dosa-dosaku ditampakan dan dipertunjukan kepada Tuhanku.
Ah! Aku berdosa terhadap-Nya, walaupun hati merasa takut, namun aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas, aku ber-dosa dan tak tahu malu, dengan berani bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.
Siapa lagi selain Dia, yang akan mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Ia patut bagi segala pujian! Seandainya tidak ada adzab setelah kematian. Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka. Kematian dan kebusukan cukup sebagai peringatan, agar kita menjauhi sia-sia. Namun akal kita bebal. Kita tidak mengambil peringatan apa pun. Sekarang tiada harapan lagi bagi kita, kecuali Yang Maha Pengampun mengampuni dosa-dosa kita, karna bila seorang hamba berbuat salah, hanyalah Tuhannya, tanpa seorangpun yang mengampuninya tak diragukan lagi aku adalah yang terburuk dari semua hamba-Nya.
Aku yang menghianati perjanjianku dengan Tuhanku yang dibuat di keabadian. Dan, adalah hamba yang cakap yang janji-janjinya tak berarti. Tuhanku, akan bagaimanakah nasibku, ketika api membakar tubuhku? Api yang melelehkan batu yang paling keras!
Ah! Aku sendiri ketika dibangkitkan dari kubur (tanpa seorangpun yang menolongku pada hari itu). Wahai Engkau, Yang Maha Esa yang tiada sekutu terhadap keagungan-Mu. Belas kasihanillah kesendirianku, karna ditinggalkan oleh segalanya.
Sungguh jalanan paling licin yang bahkan kaki ulamapun tergelincir di atasnya adalah ketamakan.
Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.
Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memafkan.
Tertipulah yang melakukan tiga perkara : Membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tidak dipercaya, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki.
Dengannya Allah kuburkan kedengkian; Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.
Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti pada orang tua, berbuat baik pada sesama, mengubah duka menjadi bahagia dan menambah usia.
Semua ilmu ada pokok bahasannya. Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia… Mereka datang untuk mendidik manusia.
Orang paling baik adalah orang yang kita harapkan kebaikannya dan kita terlindung dari keburukannya.
Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.
Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan keburukan.
Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.
Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina: orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.
Tiada musibah yang ,ebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.
Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh sebahagiannya.
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Sayidina Abu bakar)
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna (Sayidina Abu Bakar)
Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. (Sayidina Umar bin Khattab)
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Sayidina Umar bin Khattab)
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)
Kumpulan kata-kata bijak, karya Harun Yahya yang telah diterbitkan di berbagai media cetak di Turki dan di banyak negara di dunia.
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Nabi Muhammad SAW
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
Nabi Muhammad SAW
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.
Khalifah ‘Umar
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
Ibnu Mas’ud
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
Khalifah ‘Ali
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawawi
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah ‘Umar
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.
Johann Wolfgang von Goethe
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Johann Wolfgang von Goethe
Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.
Johann Wolfgang von Goethe
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
Einstein
Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
Einstein
Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
Einstein
Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.
Einstein
Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.”
Einstein
Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.
Einstein
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.
Einstein
Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.
Einstein

Dikutip Oleh Miftahus Surur Read More..

Sabtu, 27 Maret 2010

Proposal Penelitian Kuasi Eksperimen

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
(Studi kuasi eksperimen terhadap siswa kelas VIII semester 2 di Sekolah Menengah Pertama)

A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Menurut Robiyanto (2009) menyatakan bahwa pembelajaran menjadi salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya proses pembelajaran yang terjadi di sekolah. Dalam proses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas lebih banyak diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi, otak siswa dipaksa untuk mengingat dan menumpuk berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya siswa akan kaya dengan teori tetapi sangat miskin dalam aplikasi.
Banyak faktor yang mempengaruhi lemahya proses pembelajaran. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa baik secara eksternal maupun internal diidentifikasikan sebagai berikut. Faktor-faktor eksternal mencakup guru, materi, pola interaksi, media dan teknologi, situasi belajar, dan sistem. Masih ada guru yang kurang menguasai materi dan dalam mengevaluasi menuntut jawaban yang persis seperti yang guru jelaskan; dengan kata lain, siswa tidak diberi peluang untuk berfikir kreatif. Guru juga mempunyai keterbatasan dalam mengakses informasi baru yang memungkinkan ia mengetahui perkembangan terakhir di bidangnya (state of the art) dan kemungkinan perkembangan yang lebih jauh dari yang sudah dicapai sekarang (frontier of knowledge). Sementara itu materi pelajaran dipandang oleh siswa terlalu teoritis, kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual. Metode penyampaian bersifat monoton, kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal.
Faktor-faktor yang bersifat internal, dari siswa itu sendiri, mencakup motivasi, kemampuan awal, kemampuan belajar mandiri, dan kesenjangan belajar (learning gap). Motivasi yang rendah ditandai dengan cepatnya mereka merasa bosan, berekspektasi instan (quick yielding), sukar berkonsentrasi, tidak dapat mengatur waktu, dan malas mengerjakan pekerjaan rumah. Kemampuan awal yang lemah ditandai dengan sulitnya mereka mencerna pelajaran (termasuk sulit memahami buku teks), sulit memahami tugas-tugas, dan tidak menguasai strategi belajar. Kesenjangan belajar yang cukup besar terjadi antara: a) hafalan dengan pemahaman, b) pemahaman dengan kompetensi, c) kompetensi dengan kemauan untuk melakukan, d) kemauan untuk melakukan dengan benar-benar melakukan, dan e) benar-benar melakukan dengan menghasilkan perubahan secara terus-menerus. (Dikti, 2009)
Lemahnya kualitas pembelajaran sebenarnya berlaku untuk semua mata pelajaran. Begitupun dengan proses pembelajaran mata pelajaran TIK, terbatasnya fasilitas media pendukung yang merupakan komponen dalam system pembelajaran khususnya dalam pembelajaran mata pelajaran TIK menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dan masalah ini menjadi salah satu factor lemahnya proses pembelajaran tersebut. Menurut Robiyanto (2009) dalam mata pelajaran TIK, siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif dan sistematis, karena strategi dan media pembelajaran tidak digunakan secara baik dalam setiap proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa hanya diajar bagaimana menghafal teori dalam konsep TIK, tidak diajar bagaimana siswa memahami konsep TIK dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, agar mereka memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup, berpikir kreatif, kritis, inovatif dan sistematis.
Ketersediaan sarana TIK sangat berpengaruh kepada guru dalam hal memilih varian sumber pembelajaran yang dipilih. Seperti yang dikemukakan oleh Mohammad Juri, M.Pd (Madura, 2008 dalam Dewanto S) yang mengatakan ketidak variatifan guru dalam memilih sumber belajar, diantaranya disebabkan oleh minimnya pengetahuaan dan kemampuan menggunakan media pembelajaran yang maju seperti penggunaan computer disertai bahan ajar panduannya. Seperti alasan-alasan yang umum disampaikan oleh para guru, misalnya tidak ada fasilitas komputer di sekolah, fasilitas yang tidak lengkap dikarenakan tidak ada dana untuk pengadaan, dan terlebih-lebih sikap guru yang kurang pro aktif dalam menghadapi kemajuan TIK.
Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi lemahnya pembelajaran adalah dengan membuat dan mengembangkan media penyampai materi atau media pembelajaran baik itu media utama maupun media pendukung. Dengan alasan tersebut guru dituntut untuk bisa berpikir kreatif menumpahkan pemikirannya ke dalam sebuah bentuk media. Media mempunyai peranan yang cukup besar dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran merupakan suatu sistem yang mengandung komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komponen-komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi.
Media pembelajaran sangat beraneka ragam bentuk dan macamnya. Salah satu bentuk media pembelajaran adalah modul. Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008), modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Modul disebut juga media untuk belajar mandiri karena di dalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri. Artinya, pembaca dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar secara langsung. Modul dijadikan sebagai alat pembantu dalam penyampaikan materi pada mata pelajaran TIK agar siswa dapat belajar secara mandiri dan dapat mengaplikasikan hasil belajarnya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dengan modul adalah pendekatan pembelajaran mandiri yang berfokuskan pada penguasaan kompetensi dari bahan kajian yang dipelajari siswa dengan waktu tertentu sesuai dengan potensi dan kondisinya. Tujuan pembelajaran menggunakan modul adalah untuk mengurangi keragaman kecepatan belajar siswa melalui kegiatan belajar mandiri.
Hal ini mengacu pada prinsip tujuan pembelajaran, yaitu agar siswa berhasil menguasai bahan pelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Karena dalam setiap kelas berkumpul siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda (kecerdasan, bakat dan kecepatan belajar) maka perlu diadakan pengorganisasian materi, sehingga semua siswa dapat mencapai dan menguasai materi pelajaran sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam waktu yang disediakan, misalnya satu semester. Di samping pengorganisasian materi pembelajaran yang dimaksud di atas, juga perlu memperhatikan cara-cara mengajar yang disesuaikan dengan pribadi individu. Bentuk pelaksanaan cara mengajar seperti itu adalah dengan membagi-bagi bahan pembelajaran menjadi unit-unit pembelajaran yang masing-masing bagian meliputi satu atau beberapa pokok bahasan. Bagian-bagian materi pembelajaran tersebut disebut modul. (I Wayan S, 2009)
Modul merupakan salah satu alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Penggunaan modul didasarkan pada fakta bahwa jika siswa diberikan waktu dan kondisi belajar memadai maka akan menguasai suatu kompetensi secara tuntas. Bila siswa tidak memperoleh cukup waktu dan kondisi memadai, maka ketuntasan pelajaran akan dipengaruhi oleh derajat pembelajaran. Kesuksesan belajar menggunakan modul tergantung pada kriteria siswa didukung oleh pembelajaran tutorial. Kriteria tersebut meliputi ketekunan, waktu untuk belajar, kadar pembelajaran, mutu kegiatan pembelajaran, dan kemampuan memahami petunjuk dalam modul. (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2008).
Dengan digunakannya modul sebagai media pendukung atau bahan ajar cetak dalam proses pembelajaran mata pelajaran TIK di sekolah diharapkan dapat meningkat kualitas pembelajaran dan memaksimalkan pencapaian komptensi dasar mata pelajaran TIK. Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa dalam rangka menguasai standar kompetensi mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam standar isi.
Sebelum menentukan atau memilih kompetensi dasar, terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran tertentu dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan kompetensi dasar.
b. keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. (Depdiknas, 2008)
Komptensi dasar mata pelajaran TIK yang telah ditetapkan harus bisa tercapai dengan kualitas dan kuantitas yang maksimal. Kaitannya dengan mata pelajaran TIK tersebut, dalam penelitian ini penulis memilih mata pelajaran TIK kelas VIII SMP sebagai bahan kajian yang akan diteliti. Atas dasar pemikiran di atas, peneliti mencoba mengadakan penelitian mengenai pengaruh penggunaan modul terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK pada siswa kelas VIII semester 2 di Sekolah Menengah Pertama.
B. Perumusan Masalah
Secara umum masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : bagaimana efektivitas penggunaan modul terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK siswa kelas VIII di SMP.
Adapun rumusan masalah secara khusus dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana efektivitas penggunaan modul dalam mata pelajaran TIK oleh siswa kelas VIII SMP untuk mencapai kompetensi dasar penggunaan menu dan ikon pokok perangkat lunak pengolah angka ?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan modul dalam mata pelajaran TIK oleh siswa kelas VIII SMP untuk mencapai kompetensi dasar pembuatan dokumen pengolah angka sederhana ?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran bagaimana efektivitas penggunaan modul terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK siswa kelas VIII di SMP.
2. Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan dilaksanakanya penelitian ini adalah :
a. Mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai efektivitas penggunaan modul dalam mata pelajaran TIK oleh siswa kelas VIII SMP untuk mencapai kompetensi dasar penggunaan menu dan ikon pokok perangkat lunak pengolah angka.
b. Mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai efektivitas penggunaan modul dalam mata pelajaran TIK oleh siswa kelas VIII SMP untuk mencapai kompetensi dasar pembuatan dokumen pengolah angka sederhana.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Guru
Adanya penelitian ini dapat dijadikan referensi dan pendorong untuk para guru mengembangkan ide kreatifnya dalam membuat modul mata pelajaran TIK untuk keperluan pembelajaran.
2. Bagi Sekolah
Dengan dilakukannya penelitian ini dapat mengetahui kualitas pembelajaran mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang diselenggarakan di sekolah dan menjadikan modul sebagai salah satu bahan ajar alternatif dalam proses pembelajaran.
3. Bagi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Dengan dilakukannya penelitian ini dapat memberi masukkan kepada para penulis modul untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan modul. Memberikan sumbangan pemikiran dalam peningkatan kemampuan mengembangkan bahan ajar modul.

4. Bagi Peneliti
Dengan dilakukannya penelitian ini dapat memberi dan menambah wawasan keilmuan secara teoritis dan praktis tentang penggunaan modul dalam pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK di SMP.
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dengan dilakukannya penelitian ini dapat memberikan wacana tambahan bagi peneliti selanjutnya secara teoritis dan praktis tentang penggunaan modul dalam pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK di SMP.
E. Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan perlu dijelaskan secara operasional beberapa istilah berikut :
1. Modul
Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Modul yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah modul mata pelajaran TIK kelas VIII SMP. Modul dalam penelitian ini berkedudukan atau berperan sebagai suplemen pembelajaran yang berfungsi atau sebagai salah satu sumber belajar pembelajaran dan/atau media pembelajaran untuk membantu proses pembelajaran mata pelajaran TIK.
2. Pengaruh Penggunaan Modul
Maksud dari istilah pengaruh penggunaan modul dalam penelitian ini adalah efektivitas penggunaan modul terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK di SMP, sehingga dalam rumusan masalah dan yang lainnya yang mempunyai hubungan dan keterkaitan menggunakan istilah efektivitas. Menurut Riki Hermawan (2006), efektivitas merupakan derajat pengaruh penggunaan suatu metode yang diajukan untuk meningkatkan kemampuan siswa (derajat ketercapaian suatu tujuan sebagai hasil proses interaksi yang dirancang sebelumnya). Efektivitas dalam penelitian ini tentunya menjadi acuan tolak ukur melihat pengaruh penggunaan modul tersebut.
3. Pembelajaran
Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005). Pembelajaran yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran mata pelajaran TIK di kelas VIII SMP. Pembelajaran dalam kelas eksperimen menggunakan modul, sedangkan pembelajaran dalam kelas control menggunakan metode pembelajaran konvensional yang biasanya digunakan oleh guru dengan bantuan LCD, buku teks dan LKS.
4. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa dalam rangka menguasai standar kompetensi mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar yang dipilih dalam penelitian ini adalah komptensi dasar mata pelajaran TIK dan yang dijadikan sebagai bahan untuk modul dan pencapaian kompetensi dasar adalah kompetensi dasar penggunaan menu dan ikon pokok yang terdapat dalam perangkat lunak pengolah angka dan kompetensi dasar pembuatan dokumen pengolah angka sederhana.
5. Mata Pelajaran TIK
Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu mata pelajaran keterampilan yang mempelajari pengolahan data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Dalam penelitian ini mata pelajaran TIK yang dimaksudkan adalah mata pelajaran TIK kelas VIII SMP.
F. Landasan Teori
1. Pembelajaran Modul
a. Konsep Pembelajaran
Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005).
Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Surya, 2004 dalam Damajati KD,2009)….

G. Asumsi
Adapun yang menjadi asumsi atau anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Siswa telah belajar beberapa kompetesi dasar mata pelajaran TIK sebelumnya.
2. Penguasaan materi tidak hanya didapatkan melalui proses hapalan dan teori, tetapi lebih baik siswa melakukan dan menerapkan secara langsung apa yang telah dipelajarinya.
3. Penggunaan bahan ajar modul dapat membantu memenuhi pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK.
4. Keterampilan pembuatan dokumen pengolah angka sederhana membutuhkan latihan yang intensif agar memenuhi pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK.
H. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.(Sugiyono, 2007:64)
Berdasarkan apa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini, maka disusunlah hipotesis penelitian sebagai berikut:
1. Hipotesis Umum
H0 : Tidak terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
H1: Terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
2. Hipotesis Khusus
a. Hipotesis Pertama
H0 : Tidak terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata penggunaan menu dan ikon pokok perangkat lunak pengolah angka dalam pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
H1 : Terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata penggunaan menu dan ikon pokok perangkat lunak pengolah angka dalam pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
b. Hipotesis Kedua
H0 : Tidak terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pembuatan dokumen pengolah angka sederhana dalam pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
H1 : Terdapat perbedaan keefektivan secara signifikan terhadap pencapaian kompetensi dasar mata pembuatan dokumen pengolah angka sederhana dalam pelajaran TIK pada siswa yang belajar menggunakan modul.
I. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitif. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Bereksperimen berarti mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat suatu hasil, dan hasil itu akan menegaskan kedudukan perhubungan kausal antara variabel-variabel yang diselidiki. (Surakhman, 1990 : 149 dalam Sandi Erlan 2006). Senada dengan Mohamad Ali menjelaskan bahwa :
Kuasi eksperimen hampir mirip dengan eksperimen sebenarnya, perbedaannya terletak pada penugasan subjek, yaitu kuasi eksperimen tidak dilakukan penugasan random, melainkan dengan menggunakan kelompok yang sudah ada.
Hal ini memungkinkan pelaksanaan uji coba pada proses belajar mengajar dapat dirasakan alami oleh siswa, sehingga siswa merasa sedang belajar sebagaimana biasanya. Metode ini didasarkan juga oleh keterbatasan administrasi pada sekolah yang akan dijadikan subjek penelitian.
Adapun desain kuasi eksperimen dalam penelitian ini menggunakan tipe desain pretes-postes menggunakan kelompok control tanpa penugasan random (Nonequivalent control group design), yaitu desain yang didalamnya terdapat dua kelompok, satu kelompok eksperimen dan satu lagi kelompok control. Pada desain ini baik kelompok eksperimen maupun kelompok control tidak dipilih secara random (acak). Pengembangan desain ialah dengan cara melakukan satu kali pengukuran di depan (pre-test) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post-test) pada kelompok eksperimen sedangkan pada kelompok control yaitu hanya diberikan pretes dan postes saja tanpa adanya perlakuan yang diuji cobakan atau perlakuan yang dieksperimenkan.
Kelompok Pretes Perlakuan Postes
Eksperimen T1 X T2
Kontrol T1 T2

Variabel X : Perlakuan menggunakan modul
Variabel T1 : Pretes
T2 : Postes
J. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi merupakan subjek atau sekelompok subjek yang dipilih untuk mewakili seluruh anggota kelompok (dalam ukuran yang lebih besar) yang menjadi sasaran generalisasi kesimpulan yang diperoleh. Dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII SMP.
Sampel merupakan bagian dari kelompok yang mewakili kelompok besar atau kelompok kecil bagian dari target populasi yang mewakili populasi dan secara nyata kita diteliti seta ditarik kesimpula Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik klaster random sampling (cluster random sampling). Menurut Moh. Ali (1992 : 59) menjelaskan bahwa:
Penyampelan klaster terdiri dari sekelompok anggota yang terhimpun pada gugusan (cluster), bukan anggota populasi yang diambil secara satu persatu (secara individual). Terlihat disini bahwa penyampelan klaster mengambil sekelompok individu, bukan mengambil secara individu anggota populasi menjadi sampel penelitian.

Berdasarkan pendapat yang telah dipaparkan di atas dengan metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimen, maka peneliti menggunakan kelompok-kelompok yang telah ada untuk dijadikan sampel tanpa mengambil sampel secara individu dari anggota populasi, tetapi dalam bentuk kelas, hal ini dilakukan untuk menjaga kealamian sampel. Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas VIII A dan VIII B.

K. Instrument Penelitian
Alat atau instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes hasil belajar siswa (soal tes dan tugas pratek) dan instrument bukan tes yaitu berupa wawancara.
1. Tes hasil belajar
Tes hasil belajar kadang-kadang disebut juga tes prestasi belajar, mengukur hasil-hasil belajar yang dicapai siswa selama kurun waktu tertentu.

2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber data.
Instrumen-instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan dan dikembangkan berdasarkan fokus dan rumusan masalah penelitian. Kemudian instrumen terlebih dahulu dibahas dan dipertimbangkan kelayakannya untuk selanjutnya diuji cobakan agar memenuhi kriteria kesahihan dan keandalan.
L. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan wawancara. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Moh. Ali (1992 : 83) bahwa “Tes hasil belajar adalah tes untuk mengukur kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu yang diperoleh dari mempelajari bidang itu”. Adapun pembagian bentuk tes hasil belajar yang diberikan terdiri dari :
1. Bentuk tes objektif dengan empat pilihan jawaban, tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar ranah kognitif siswa atau apakah siswa telah mencapai kompetensi dasar mata pelajaran TIK yang tetapkan dalam mengaplikasikan konsep yang telah diberikan sebelum dan sesudah diberi perlakuan sebagai pretes dan postes. Instrument ini dibatasi pada aspek.
2. Bentuk skala penilaian dengan menggunakan skala sikap dengan jenis skala Likert. Tes ini digunakan untuk mengatahui hasil belajar ranah afektif siswa atau apakah siswa telah mencapai komptensi dasar mata pelajaran TIK yang telah ditetapkan dalam mengaplikasikan konsep yang telah diberikan sebelum dan sesudah diberi perlakuan sebagai pretes dan postes.
3. Bentuk skala Semantic Defferential. Tes ini biasanya berbentuk metriks, (ke bawah menyatakan perperincian aspek bagian keterampilan yang akan diukur, ke kanan menunjukkan besarnya skor yang dapat dicapai). Tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah psikomotor atau apakah siswa telah mencapai komptensi dasar mata pelajaran TIK yang telah ditetapkan dalam mengaplikasikan konsep yang telah diberikan sebelum dan sesudah diberi perlakuan sebagai pretes dan postes.
Sedangkan instrument wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran TIK untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan agar bisa berimbang dengan tes hasil belajar siswa dan tidak terkesan subjektif.

M. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Metode analisis data yang dirasa relevan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif menggunakan statistik inferensial, yaitu dengan korelasi product moment dan uji-t.
1. Uji validitas
Untuk menguji validitas instrument , terlebih dahulu dihitung harga korelasinya dengan menggunkan rumus Product Moment Pearson, yaitu :
=
Keterangan :
= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan
N = banyaknya item
2. Uji reliablitas
Reliabilitas adalah kemampuan suatu alat ukur dalam memberikan hasil yang tetap jika alat ukur tersebut digunakan kembali responden tetap sama, jadi dapat dikatakan sebagai kemampuan dalam memberikan gambaran tentang sesuatu. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus KR20.
= ( )( )
Keterangan :
= realibilitas tes secara keseluruhan
p = proporsi objek yang menjawab item dengan benar
q = proporsi objek yang menjawab item dengan salah ( q = 1 – p )
= jumlah hasil perkalian antara p dan q
n = banyaknya item
S = standar deviasi dari tes


DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad. (1992). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung : Angkasa.
Arikunto, Suharsimi. (2008). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Panduan Pengembangan Silabus Teknologi Informasi dan Komunikasi. [Online]. Tersedia: http://materi-tik-smp.blogspot.com/2008/12/rencana-pelaksanaan-pembelajaran-rpp.html. [26 April 2009]
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan ( Dikmenjur ) Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Program Inovasi Perakitan Komputer Dikmenjur 1 (C400). [Online]. Tersedia: http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=pemanfaatan+lab+komputer+di+SMK. [1 Desember 2009]
Direktorat Tenaga Kependidikan&Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen pendidikan nasional. (2008). Penulisan Modul. [Online]. Tersedia: http://lpmpjogja.diknas.go.id. [ 14 Januari 2010]
Direktorat Pendidikan Tinggi. (2009). Peningkatan Kualitas Pembelajaran. [Online]. Tersedia : http://www.ditnaga-dikti.org/ditnaga/files/PIP/PKP-1.pdf. [ 11 Februari 2010]
Erlan R, Sandi. 2006. Penggunaan Media Berbasis Cetakan Terhadap Peningkatan Kemampaun Menulis Esai Siswa dalam Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Skripsi Mahasiswa pada FIP Universitas Pendidikan Indonesia Bandung : tidak diterbitkan.
Info Skripsi. SubDesain Eksperimental. [Online]. Tersedia: http://www.infoskripsi.com/Resource/SubDesain-Eksperimental.html. [ 23 Februari 2010 ]
ISTPI. (2009). Kavling “ Guru TIK dan Pengajarannya Milik Siapa ?. [Online]. Tersedia: www.istpi.wordpress.com. [26 Mei 2009]
Robiyanto. (2009). Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dengan Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa SMP Dan SMK. [Online]. Tersedia:http://robiyanto-anto.blogspot.com/2009/12/pembelajaran-teknologi-informasi-dan.html. [10 Januari 2010]
Satriadi, Dewanto. (2009). Implikasi Pembelajaran TIK di Sekolah. [Online]. Tersedia : http://seminar.teknodik.net. [ 11 Februari 2010]
Sugiono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Afebeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum & Teknologi Pendidikan FIP UPI.
Satyasa, I Wayan. (2009). Metode Penelitian. [Online]. Tersedia: www.freewebs.com. [ 14 Januari 2010]
UPI. (2009). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.
Universitas Terbuka. (2008). Metode Penelitian Komunikasi. [Online]. Tersedia:http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=384. [ 24 Februari 2010 ]
Read More..
Powered By Blogger