Kamis, 31 Desember 2009

Di Penghujung Tahun...

Akhirnya tiba juga dipenghujung tahun 2009, banyak hal fantastis yang terjadi di tahun 2009 ini. Mulai dari bulan januari, adanya kegiatan P2M di Talun dengan visi "Mengabdi dengan Hati Mendidik dengan Ilmu" banyak suka duka yang terasakan, dari sejak perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi tapi..banyak pembelajaran hidup yang aku peroleh dari situ. Jalan-jalan ke Garut, bertemu my close friend yang sejak menikah meninggalkan ku di Bandung sendirian...dia talh menentukan mitra hidup,so..kapan aku dapat menemukan mitra hidupku kelak,hehe...beberapa hari kemudian aku berangkat ke Malang, ada acara IMATEPSI disana. Aku memutuskan ikut ke Malang sebernarnya agar bisa mengobati hati yang sedikit tergores oleh teman yang dulu kuanggap dekat. Di sudut kota Malang itu, aku bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah di tanah air. Disana aku mendapatkan sahabat baru dan bertemu dengan seseorang yang aku kagumi. Berawal dari kota itu, akhirnya, aku sedikit demi sedikit luka hati yang tergores mulai sembuh. Di bulan berikutnya, ada yang datang dari jauh ke Bandung. Kita bertemu dengan suasana hati yang berbeda. Di bulan Juli ada MUMAS, waktunya LPJ Himpunan...sungguh tragis di penghujung kepengurusan ikatan kekeluargaan diangkatan 2006 makin renggang. Kekuatan kekeluargaan yang dari sejak awal dibina harus terputus karena sesuatu yang sifatnya sangat singkat dan sementara. iTiba waktunya KKN ( kuliah kerja nyata). Aku dan teman-teman KKN mulai saling mengakrabkan diri, aku KKN di Padalarang-Bandung Barat selama 40 hari sampai akhir bulan September. Selama KKN agak membosankan tapi terkadang kangen juga untuk kumpul lagi. Di penghujug tahun, merupakan bulan kelahiranku yang jatuh pada tangal 1 Des yang kini usiaku 22 tahun, beberapa minggu kemudian ada pengumuman di koran Pikiran Rakyat bahwa adanya lowongan CPNS sebagai guru TIK perdana untuk konsentrasi TIK di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan tempat aku menuntut ilmu di bangku kuliah. Walaupun kesempatannya bukan untuk angkatan 2006 yang memang khusus dipersiapkan jadi guru TIK tapi hati ini sangat bahagia, akhirnya TekPend di akui dan mempunyai tempat untuk bernaung di tempat yang jelas. Ternyata menakjubkan yang lulus CPNS dari kakak tingkat cukup banyak, sungguh briliant..Dan sekarang tanggal 31 Des saatnya untuk hisab diri.. agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun depan dengan mengoptimalkan potensi diri yang masih tertidur dan tidak tersadarkan. KOBARKAN SEMANGAT BARU MENUJU HIDUP YANG LEBIH BERMAKNA UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT!
Read More..

Jumat, 23 Oktober 2009

Knowledge of Information System

Oleh : Ginci Dyanti

Berbicara mengenai proyek yang sedang kita garap ini, yaitu implementasi Project Management dalam Web Pengembangan Wisata Daerah Bandung diperlukan beberapa pengetahuan. Langkah-langkah yang tertuang dalam Project Management secara definisi merupakan aplikasi dari knowledge, skills, tools, dan techniques pada aktivitas-aktivitas suatu project untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan/atau tujuan (harapan) dari project itu sendiri. Salah satunya adalah knowledge mengenai sistem informasi. Sistem informasi yang diperlukan oleh para manajer diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu:
1. Pengolahan data bisnis
2. Sistem informasi manajemen
Dalam menjalankan project ini akan dibutuhkan adanya sebuah stuktur organisasi untuk mengelola pola sistem kerja agar berjalan dengan lebih baik sehingga arus informasi yang didapat oleh setiap bagian menjadi lebih jelas. Pada dasarnya, lingkungan organisasi sangat menentukan jenis informasi apakah yang harus diberikan oleh suatu sistem informasi, juga tentang bentuk yang diinginkan dari suatu informasi, serta tentang bagaimana suatu sistem informasi seharusnya diorganisasi. Penerapan sistem informasi pada organisasi sangat rumit dan beragam, pengembangan sistem ini sangat menantang walaupun sulit. Sistem informasi dari sebuah organisasi harus mampu memberikan informasi berbagai perubahan lingkungan kepada para manajer, dan semakin dinamis lingkungan yang bersangkutan akan semakin kritis informasinya.
Unit organisasi yang menaruh perhatian kepada pengembangan sistem informasi biasanya adalah departemen sistem informasi yang berbasis computer atau teknologi, departemen ini biasanya tidak menyadari arus informasi ke bawah sehingga mereka seringkali tidak melakukan upaya pengembangan sistem bagi arus informasi tersebut. Pengembangan sistem informasi yang sesuai memerlukan perpaduan dari berbagai pengetahuan tentang bagaimana merancang dan menerapkan sebuah sistem inforamasi, serta bagaimana memperoleh sistem computer atau teknologi informasi yang diperlukan.
Pengembangan sistem menjelaskan serangkaian proyek penyelidikan sistem tunggal yang secara bersama-sama menghasilakn seluruh pengembangan sistem informasi dalam selang waktu lama. Tahap dalam pengembangan sistem terdiri dari sistem analisis dan perancangan sistem.

Dari berbagai sumber Read More..

Kamis, 03 September 2009

SUKSSES

Sebenernya apa sich yang membuat orang sukses di dunia nyata…?!

IP 4 ?

Tampang Keren ?

Calon Mertua Kaya ?

Apakah semua itu jawabanya ?! Ternyata…

Menurut survey yang diterbitkan National Association of Colleges and Employers ( NACE ) pada tahun 2002 di Amerika Serikat dari hasil jejak pendapat 457 pengusaha, diperoleh kesimpulan bahwa IP hanyalah nomor 17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan universitas. Kualitas yang duduk diperingkat atas justru hal – hal yang dianggap sekedar basa – basi ketika tertulis di iklan lowongan kerja.Misalnya, kemampuan berkomunikasi, integritas dan kemampuan bekerjasama dengan orangLain. Kualitas – kualitas yang tidak terlihat wujudnya dan sangat diperlukan ini disebut Soft Skill. Soft Skill merupakan kemampuan – kemampuan yang tidak terlihat yang diperlukan untuk sukses. Sekarang coba temen – temen lihat table di bawah ini!

Tapi ingat semua itu harus disertai usaha dan tetap bertawakal kepada Sang Penggenggam Kekuasaan.


N0.

Kualitas

Skor

1.

Kemampuan berkomunikasi

4,69

2.

Kejujuran/Integritas

4,59

3.

Kemampuan bekerjasama

4,54

4.

Kemampuan interpersonal

4,5

5.

Etos kerja yang baik

4,46

6.

Memiliki motivasi/berinisiatif

4,42

7.

Mampu beradaptasi

4,41

8.

Kemampuan analitikal

4,36

9.

Kemampuan computer

4,21

10.

Kemampuan berorganisasi

4,05

11.

Berorientasi pada detail

4

12

Kemampuan memimpin

3,97

13.

Percaya diri

3,95

14.

Berkepribadian ramah

3,85

15.

Sopan /beretika

3,82

16.

Bijaksana

3,75

17.

IP ≥ 3,0

3,68

18

Kreatif

3,59

19.

Humoris

3,25

20.

Kemampuan entrepreneurship

3,23

Tabel Hasil Survei NACE USA Mengenai Kualitas Lulusan

Perguruan Tinggi yang Diharapkan Dunia Kerja


Read More..

Rabu, 17 Juni 2009

Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan

Sebenarnya Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan Apa Yaa..??

Kita cari tau yu dulur – dulur…!

ini adalah goresan tinta dari Pa Purwanto, kita simak Yu..!

My name is Ginci, saya mahasiswi S1 Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan program studi Teknologi Pendidikan dan sekarang saya telah tingkat tiga, tapi sampai saat ini saya masih bingung ini kalo lulus nanti kompetensinya apaan ya? Padahalkan jatah normal kuliah cuma tinggal satu tahun lagi,, Nah kalau melanjutkan S2 atau S3, kemampuan yang akan saya kuasai apa?!

Kalau kita mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, maka teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar.

Jadi, seorang sarjana teknologi pendidikan dapat menjadi profesi sebagai berikut:

· Perancang proses dan sumber relajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi perancangan sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pembelajar;

  • Pengembang proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi terpadu lainnya.
  • Pemanfaat atau pengguna proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan regulasi pendidikan.
  • Pengelola proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan.
  • Evaluator/peneliti proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan penelitian kawasan pendidikan lanilla.

Nah,,sekarang kita mau pilih yang mana???! Pilih yang sesuai dengan kompetensi tambahan yang kita miliki agar kita bukan hanya mendapatkan pembelajaran tetapi juga dapat meningkatkan kinerja.OK!

Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa melihat dari definisi di atas dan definisi AECT tahun 2004, yang mengatakan bahwa teknologi pendidikan sebagai studi dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menerapkan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat. Kedua deifnisi tersebut telah memperjelas batasan lapangan pekerjaan teknologi pendidikan. Tujuan utama teknologi pendidikan tidak hanya memecahkan masalah belajar tapi juga meningkatkan kinerja. Definisi ini lebih memperjelas bahwa lapangan pekerjaan teknolog pendidikan cukup luas, tidak hanya terbatas di lingkungan persekolahan saja tapi lebih jauh juga meliputi lingkungan non-persekolahan seperti organisasi pada semua sektor baik pemerintah maupun swasta sejauh terkait dengan upaya pemecahan maslah peningkatan kinerja melalui proses pembelajaran (isntrcutional proceses).

Kemudian yang menjadi pertanyaan selanjutnya, kalau S1 kedalamannya dalam hal apa saja dan sejauh mana? Apa bedanya dengan S2 dan atau S3?

Prof Yusufhadi Miarso, tahun 2004 telah melakukan suatu survey dan menganalisis kompetensi teknologi pendidikan untuk jenjang S1, S2, S3 seperti digambarkan dalam diagram sebagai berikut:

Dari survey tersebut Prof. Yusufhadi Miarso, membagi kawasan bidang garapan teknologi pendidikan menjadi enam, dimana beliau menambahkan kawasan penelitian setelah kawasan evaluasi. Diagram di atas menjelaskan perbedaan kompetensi teknologi pendidikan antara strata 1 (S1), strata 2 (S2) dengan strata 3 (S3). Tampak jelas bahwa kompetensi S1, lebih ditekankan pada kawasan pemanfaatan atau penggunaan. Sementara, untuk S2 lebih menekankan pada fungsi pengelolaan, penilaian dan penelitian disamping perancangan (desain) yang setingkat dibawah S3. Untuk S3, lebih memfokuskan diri pada penilaian dan penelitian disamping perancangan. Hasil survey ini telah memberikan gambaran bagi lembaga penyelenggara pendidikan porgram studi teknologi pendidikan dalam menyusun kurikulum serta kebutuhan sumber daya lainnya untuk menunjang pendidikan jenjang S1, S2 dan S3.


Sumber:

1. Barbara B. Seels & Rita C. Richey, Instructional Technology: the Definition and Domains of the Fields, 1994
2.Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, 2004

· http://www.fakultasluarkampus.net

Read More..
Powered By Blogger